Eksplorasi narasi pendek.
Aku ingin satu hari nanti kita berdiri di jalan yang sama, untuk membela anak-anak yang cuma ingin sekolah tanpa dipersulit oleh negara.
Saat orang-orang libur untuk memilih presiden, aku ingin kita memilih tinggal di rumah, memanggang kue favoritmu, dan menikmati jeda kecil yang terasa lebih jujur dari banyak janji.
Aku ingin suatu hari kita berdandan sebaik mungkin, lalu berjalan dari satu pustaka ke kedai kopi lain, seolah kota ini masih punya cukup waktu untuk menampung kita sampai malam.
Aku ingin suatu hari kita datang ke panti asuhan setiap Sabtu, membawa lagu, tawa, dan kesabaran kecil yang mungkin terdengar sepele, tapi bisa tinggal lama di hati seseorang.
Aku ingin suatu malam ada puisiku terselip di sarung bantalmu, supaya sebelum tidur kau bisa membaca sesuatu yang diam-diam ingin tinggal lebih lama di hatimu.
Aku ingin suatu malam kita begadang bersama membuat kue ulang tahun cucu, sambil salah ukur tepung, saling mengejek pelan, dan diam-diam merasa bahagia karena rumah masih penuh oleh hal kecil yang hidup.
Aku ingin suatu sore kita ke lapangan, kamu menjaga gawang, lalu aku sengaja menendang jelek hanya untuk mendengar tawamu yang rasanya selalu lebih menang dari permainan apa pun.