99 Keinginan #19
Orang-orang terlalu mudah bicara soal hubungan, seolah saling percaya dan saling mengerti cukup untuk menyelamatkan semuanya. Padahal manusia tidak diam di satu bentuk.
Orang-orang terlalu mudah bicara soal hubungan.
"Yang penting saling ngerti." "Yang penting saling percaya." "Kalau sama sama dewasa, pasti jalan."
Kalimat seperti itu terdengar rapi sekali saat diucapkan dari luar.
Seolah dua orang hanya perlu duduk, bicara baik-baik, lalu semuanya selesai.
Padahal manusia tidak begitu.
Ia bergerak. Berubah nada. Berganti arah. Kadang berhenti di tempat yang bahkan tidak pernah kita bayangkan.
Dan saling mengerti tidak pernah sesederhana yang dibicarakan orang-orang yang hidupnya sedang baik baik saja.
Aku tahu itu setelah hidup cukup lama dengan seseorang yang dulu kupikir akan tinggal sampai tua.
Kami tidak hancur dalam satu malam.
Tidak ada pintu dibanting. Tidak ada piring pecah. Tidak ada pengkhianatan yang cukup besar untuk diceritakan orang lain sambil menahan napas.
Justru itu yang membuatnya lebih sepi.
Semuanya retak dengan cara yang sopan.
Ia mulai pulang lebih larut. Aku mulai lelah bertanya. Ia mulai menjawab singkat. Aku mulai menyimpan kesal di tempat tempat kecil.
Lalu suatu hari kami duduk semeja sambil makan makanan yang mulai dingin, dan aku sadar kami masih saling menatap, tapi tidak lagi benar benar sampai.
Orang bilang hubungan hanya butuh saling paham.
Aku pernah percaya itu.
Tapi bagaimana kalau yang harus kupahami adalah versi dirimu yang terus berubah, sementara aku sendiri juga capek menjadi seseorang yang selalu harus mengerti lebih dulu.
Bagaimana kalau percaya ternyata tidak menyelamatkan apa-apa selain membuat kita bertahan lebih lama di tempat yang sebetulnya sudah selesai.
Dan bagaimana kalau dewasa bukan obat.
Dewasa kadang cuma membuat dua orang lebih pandai menyimpan kecewa sambil tetap duduk rapi di depan satu sama lain.
Aku tidak bilang semua nasihat itu bohong sepenuhnya.
Aku cuma tahu hidup tidak pernah sesederhana rumus yang dibagi-bagikan orang-orang yang belum pernah ditinggal berubah oleh seseorang yang mereka cintai.
Karena pada akhirnya, yang paling menakutkan dari hubungan bukan cuma kemungkinan seseorang pergi.
Kadang yang lebih menyakitkan adalah ia tetap di sana, duduk di hadapanmu, memanggil namamu, menyentuh tanganmu, tapi pelan pelan sudah menjadi orang lain.
Dan kamu harus belajar menerima bahwa cinta kadang tidak kalah oleh kurangnya rasa.
Ia kalah oleh perubahan yang tidak bisa dibatalkan.
Karena itu, kalau sekarang ada yang masih bilang hubungan hanya butuh saling ngerti, saling percaya, dan sedikit kedewasaan, mungkin aku tidak akan membantah panjang panjang.
Aku hanya akan menatap mereka sebentar, lalu berpikir dalam hati.
Mereka belum tahu bahwa seseorang tidak diam dalam satu bentuk. Ia berubah. Ia bergeser. Ia berhenti.
Dan cinta, sesungguhnya, sering kali cuma berusaha mengejar orang yang sama di tubuh yang pelan pelan sudah tidak sama lagi.
Kalau pun aku masih punya satu keinginan sekarang, mungkin bukan untuk dicintai lebih besar.
Aku cuma ingin, kalau nanti aku bertemu seseorang lagi, kami berdua datang bukan dengan keyakinan bahwa cinta pasti berhasil.
Aku ingin kami datang dengan kerendahan hati. Dengan keberanian untuk bilang aku mungkin berubah. Kamu mungkin berubah. Dan kalau suatu hari kita tidak lagi saling sampai, semoga kita cukup jujur untuk mengakuinya sebelum semuanya terlanjur dingin.